images1

Articles

Main Content

Apakah Balet Meningkatkan Resiko Skoliosis Anda?

Sebagai penari, Anda barangkali mengenal seseorang yang memiliki skoliosis atau, jika Anda seperti saya, Anda bahkan mungkin memiliki skoliosis.

Hal yang mungkin tidak Anda ketahui adalah bahwa beberapa faktor gaya hidup tertentu dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami kondisi ini, dan menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Jurnal Bedah Tulang dan Sendi, latihan balet klasik adalah salah satunya. Jika balet dikombinasikan dengan indeks massa tubuh yang rendah, risikonya bahkan akan lebih bertambah.

“Skoliosis berkembang pada kalangan wanita pada saat anak perempuan mulai berlatih balet dengan serius,” kata Dr. Leon Scott, asisten profesor Klinik Orthopedi & Rehanabilitasi di Universitas Medical Center Vanderbilt dan mantan tim dokter untuk Balet Boston. “Menurut pengalaman saya, siswa balet dilatih untuk menahan tulang belakang mereka, dimana ini adalah lawan dari lengkung alami tulang belakang. Mulai balet pada usia yang lebih muda, bertambahnya frekuensi latihan balet dan bertambahnya durasi latihan balet dikaitkan dengan meningkatnya risiko berkembangnya kelengkungan abnormal yang terlihat pada skoliosis. ”

Saya secara klasik dilatih balet ketika saya masih kecil, dan didiagnosis menderita skoliosis pada saat remaja. Saya terus menari bersama Radio City Rockettes sampai rasa sakit yang disebabkan oleh skoliosis saya menjadi terlalu berat untuk diahan. Dan Saya sekarang adalah seorang guru Pilate bersertifikat yang mengkhususkan diri bekerja dengan klien skoliotik. Dr. Scott dan saya menemukan lima tip untuk membantu mengurangi risiko Anda:

1. Secara proaktif memantau setiap perubahan pada tubuh Anda, terutama jika Anda berusia antara 10 sampai 18 tahun. Apakah satu bahu lebih tinggi dari yang lain? Apakah satu sisi tulang rusuk Anda menonjol ke depan? Apakah satu pinggul lebih menonjol ke sisi daripada yang lain? Ketidaksesuaian ini bisa menunjukkan skoliosis, jadi segera kunjungi dokter Anda secepatnya jika Anda menemukannya. Guru balet: Catat ketidakseimbangan tubuh yang konsisten pada siswa saa mengalami kesulitan dalam memperbaiki diri.

2. Minta untuk dilakukan skrining skoliosis saat cek kesehatan tahunan Anda.

3. Bangun kekuatan inti untuk mendukung posisi tulang belakang yang dibutuhkan untuk balet. Latihan dengan alat peraga, seperti overball atau busa roller, cukup membantu karena memaksa Anda untuk menemukan titik keseimbangan netral untuk tulang belakang dan panggul Anda.

4. Perhatikan indeks massa tubuh Anda (BMI). Penari balet dengan BMI rendah, terutama usia pra-remaja dan remaja, dapat secara tidak sengaja menunda menstruasi pertama mereka. Hal ini membuat tubuh lebih rentan terhadap skoliosis, yang merupakan kondisi hormonal dan neurologis.

5. Jika ada salah satu anggota keluarga yang memiliki skoliosis, cek secara rutin perubahan pada tubuh Anda. Skoliosis sering kali dapat diturunkan secara genetis.

Dan jika Anda didiagnosis dengan skoliosis, jangan panik! Ini bukan berarti akhir dari karir menari Anda. Ada banyak cara sukses untuk mengelola skoliosis yang tidak melibatkan pembedahan.

Health on your hand