images1

Articles

Main Content

Kelompok Medis Mempermasalahkan Peraturan Penjamin Asuransi Bedah Tulang Belakang

Sembilan asosiasi medis menentang larangan baru terhadap bedah fusi tulang belakang yang dilakukan oleh sebuah asuransi kesehatan di Karolina Utara dengan alasan bahwa pelarangan semacam ini dapat membatasi penanganan kepada pasien dan hal ini menyebar ke negara bagian lainnya.

Apakah kelompok tersebut dapat mengubah peraturan yang dikeluarkan oleh Blue Cross and Blue Shield Karolina Utara yang akan efektif mulai 1 Januari, kita tunggu saja. Namun respon yang diberikan yaitu para dokter bergabung bersama untuk memerangi tekanan asuransi yang sedang berlangsung atas pasar fusi tulang belakang. Beberapa pembuat perangkat tulang belakang, terutama NuVasive Inc. (NUVA) telah mengetahui asuransi mana yang menghalangi prosedur tersebut dengan alasan mereka akan dimanfaatkan secara berlebihan.

Para dokter mengkhawatirkan kebijakan baru di Karolina Utara, yang dipandang akan benar-benar melakukan pelarangan, akan mengurangi gerak pasar yang saat ini sudah melambat jika menyebar ke tempat lain.

“Kami melihat bahwa begitu sebuah daerah mulai melaksanakan kebijakan ini, yang lain akan juga mengadopsinya,” kata Joseph Cheng, yang memimpin program pembedahan neuro tulang belakang di Pusat Medis Universitas Vanderbilt di Nashville, Tenn. Dirinya juga termasuk dalam tim koding dan pembayaran kembali bagi Asosiasi Ahli Bedah Neurologis Amerika, yang juga menandatangani surat tersebut.

Surat tersebut dikirim pada minggu lalu dan juga ditandatangani oleh Asosiasi Ahli Bedah Ortopedis Amerika, Kelompok Riset Skoliosis dan Kelompok Tulang Belakang Karolina Utara, diantara beberapa kelompok lainnya. Mereka mengatakan bahwa mereka “memiliki kepedulian terhadap kriteria dan panduan” tentang cakupan kebijakan baru, dan mereka mengajukan lebih sedikit pelarangan.

Kebijakan tersebut mencantumkan deskripsi mendetil tentang kondisi untuk pembedahan fusi punggung bagian bawah mana saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Artinya, kebijakan ini menolak pembedahan untuk pasien dengan penyakit lempeng degeneratif. Juga terdapat persyaratan tentang persetujuan sebelum pasien menjalani pembedahan.

Menurut Lew Borman, jurubicara Blue Cross Blue Shield Karolina Utara, kebijakan baru ditinjau bersama beberapa ahli bedah tulang belakang sebelum diputuskan. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan referensi dari beberapa studi medis. Para penjamin menjawab surat dari asosiasi medis melalui sebuah surat elektronik dan berencana untuk menemui para wakil dari kelompok tersebut pada bulan Januari untuk mendiskusikan pandangan mereka, kata Borman.

“Kami akan benar-benar mempertimbangkan pandangan mereka,” kata Borman. Ia menambahkan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi pada perubahan apa saja yang dapat disepakati sebagai hasil pertemuan itu.

Analis Jeffries & Co., Raj Denhoy mengatakan, adalah suatu pertanda baik jika kelompok dokter bersatu untuk menentang kebijakan Karolina Utara, yang disebutnya sebagai “kebijakan mengenai pelarangan paling ketat yang pernah diputuskan hingga saat ini.”

“Apa yang hilang dari dialog tentang tekanan asuransi terhadap prosedur tulang belakang adalah respon/ pendapat dari kelompok klinis tulang belakang,” tulis Denhoy dalam sebuah catatan riset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Health on your hand