images1

Articles

Main Content

Komplikasi Skoliosis di Kemudian Hari

Meskipun skoliosis biasanya didiagnosis pada masa remaja, kondisi ini juga dapat menyebabkan komplikasi di kemudian hari, terutama bila tidak dilakukan perawatan. Sebagian besar kasus kelengkungan tulang belakang dilakukan perawatan sebelum ada komplikasi yang lebih parah; Jika tidak dirawat, bagaimanapun juga, ada kemungkinan skoliosis dapat menyebabkan masalah yang lebih serius bagi pasien yang bersangkutan. Beberapa orang yang menjalani operasi fusi tulang belakang untuk skoliosis juga mengalami komplikasi di kemudian hari.

Komplikasi apa yang dapat muncul di kemudian hari jika skoliosis tidak dirawat?
Jika skoliosis tidak dirawat dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan rasa sakit kronis dan berbagai komplikasi lainnya. Sebagian besar gejala yang tercantum di bawah ini hanya akan terjadi setelah pasien skoliosis mencapai tingkat kelengkungan dengan stadium lanjut, dan biasanya dapat dihindari asalkan kondisinya ditangani tepat waktu:

Masalah pernafasan
Jika skoliosis tidak dirawat selama bertahun-tahun, kelengkungan tulang belakang yang meningkat dapat menyebabkan tulang rusuk membatasi kapasitas paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan sesak napas.

Sakit kaki
Kasus skoliosis pada stadium lanjut dapat menyebabkan satu kaki terlihat lebih pendek dari yang lain karena misalignment pada pinggul. Hal ini dapat mengubah postur dan gaya berjalan pasien (bagaimana cara mereka berjalan), yang pada akhirnya dapat menyebabkan otot-otot lebih cepat letih dikarenakan kompensasi yang berlebih untuk menjaga keseimbangan.

Masalah kardiovaskular
Jika kelengkungan tulang belakang mencapai titik yang sangat parah, keterbatasan pada tulang rusuk dapat menyebabkan masalah pada jantung. Dalam kasus yang paling parah, hal ini bahkan dapat menyebabkan gagal jantung; Namun, ini hanya terjadi pada sebagian kecil kasus.

Stenosis lumbar
Meskipun skoliosis tidak dapat menyebabkan masalah neurologis yang parah berapapun usia Anda, namun hal ini terkait dengan stenosis lumbal. Stenosis lumbar adalah penyempitan kanal tulang belakang, yang pada akhirnya dapat menyebabkan komplikasi syaraf, kelemahan atau nyeri kaki.

Komplikasi pasca operasi
Ketika operasi dilakukan pada (atau di dekat) tulang belakang, selalu ada kemungkinan komplikasi jangka pendek atau jangka panjang. Dalam kasus skoliosis, operasi fusi tulang belakang terkadang dapat menyebabkan komplikasi berikut ini di kemudian hari:

Cacat pipih
Setelah operasi untuk memperbaiki skoliosis, kurva alami sagital berbentuk ‘C’ dari punggung bagian bawah mungkin akan hilang. Hal ini disebabkan tulang punggung pada lumbal spinal telah menyatu, sehingga menghilangkan kelengkungan alami. Kelainan bentuk ini biasanya muncul di kemudian hari, kadang antara usia 30 dan 50 tahun.

Sindrom transisional
Bila tulang belakang bekerja dengan benar, setiap segmen berbagi berat dan tekanan dari gerakan dan aktivitas sehari-hari. Namun, bila satu atau beberapa segmen tidak berfungsi dengan benar, yang segmen lain harus menerima tekanan lebih berat untuk mengatasi hal ini. Ini berarti, jika tulang belakang Anda menyatu, tulang punggung terdekat ke titik fusi akan mulai mengalami tekanan berlebih dan akhirnya dapat menjadi rusak seiring berjalannya waktu.

Skoliosis dapat menyebabkan banyak komplikasi di kemudian hari, namun jika Anda mencari perawatan sebelum tulang belakang Anda semakin memburuk, banyak dari masalah ini dapat diatasi sejak awal dan dihindari sama sekali. Pembedahan bukanlah satu-satunya pilihan Anda dalam memperbaiki kelengkungan tulang belakang Anda – di sini pada Skoliosis SOS, kami menyediakan kursus perawatan non-bedah yang terbukti sangat efektif.

Untuk membahas pilihan perawatan skoliosis, silakan melakukan konsultasi – ini dapat dilakukan melalui telepon, Skype, atau secara langsung di klinik kami di Singapura.

Health on your hand