images1

Articles

Main Content

Perawatan Skoliosis dengan Brace Skoliosis

Brace Skoliosis digunakan untuk merawat skoliosis. Dalam hal ini, brace harus dipakai sepanjang waktu. Perasaannya agak terbatasi dan pasien tidak bisa membungkuk dengan bebas.

Skoliosis didefinisikan sebagai lengkungan tulang belakang yang tidak biasa. Selain lengkungan tulang belakang juga ada tekanan fisik pada tubuh pasien. Organ yang terpengaruh adalah jantung, paru-paru, saraf dan juga sendi. Nyeri kronis dialami di banyak bagian tubuh.

Ibu saya melihat lengkungan di tulang belakang saya ketika saya masih kecil. Saya dibawa ke dokter, yang mana dia, setelah memeriksa gambar sinar-X, menemukan bahwa saya menderita skoliosis pada 29 derajat. Dia menyarankan perawatan segera, dimana jika tidak, kondisi akan memburuk dan memerlukan pembedahan.

Perawatan saya dimulai ketika saya berusia 9 tahun dan saya harus mengenakan potongan besar cetakan plastik di sepajang tubuh saya selama 24 jam/7 hari. Secara emosional cukup menantang bagi saya. Brace itu dipaang tepat di bawah bahu saya sampai tulang ekor. Semua teman saya, bagaimanapun, sangat mendukung dan mereka tidak pernah menertawakan saya, ingin tahu dan ingin mencobanya! Mereka bahkan mencoba memakai brace saya dan terkejut setelah tahu jika brace ini sangat sulit. Namun, memakai brace seperti ini di tempat yang panas seperti di Florida tidak selalu menyenangkan.

Saat usia 11 tahun, kami pindah ke New York. Jadi, sekali lagi saya harus mencari teman baru dan juga harus mengenalkan mereka dengan brace Skoliosis saya. Untungnya, teman-teman baru saya sama suportifnya dengan teman yang lama. Seiring waktu, brace harus diubah agar sesuai dengan tinggi badan saya, seperti cangkang baru untuk kepiting!

Tapi, selama musim panas lalu kurva saya meningkat dan mencapai 41 derajat karena percepatan pertumbuhan saya. Dokter memperingatkan bahwa jika meningkat 5 derajat lagi, saya harus menjalani operasi.

Saya masih mengelola kondisi saya dengan brace dan brace saya telah mengajari saya untuk menjadi mandiri dan percaya diri. Saya dapat berbicara tentang kondisi saya kepada semua orang tanpa ragu atau stigma. Brace ini adalah sahabatku, tapi musuh terberatku juga. Tetapi Skoliosis hanyalah bagian dari diri saya, dan brace ini sama sekali tidak akan menentukan atau membatasi ambisi atau impian saya. Saya bungkuk tetapi tidak patah!

Health on your hand